Sekda Kota Mataram Ajak ASN Maknai Isra Mi’raj untuk Perkuat Iman dan Ibadah

Sekda Kota Mataram Ajak ASN Maknai Isra Mi’raj untuk Perkuat Iman dan Ibadah

16 Jan 2026 2 menit baca Diupdate 16 Jan 2026 admin admin

Sekda Kota Mataram Ajak ASN Maknai Isra Mi’raj untuk Perkuat Iman dan Ibadah

 

Mataram — Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang sarat akan hikmah dan pelajaran kehidupan. Peristiwa agung ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa memperkuat keimanan, menjaga silaturahmi, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, dalam sambutannya pada Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Pemerintah Kota Mataram secara sederhana namun penuh khidmat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Kantor Wali Kota Mataram, Kamis (15/01/2025).

“Walaupun dilaksanakan secara sederhana, mari kita maknai peringatan Isra Mi’raj ini dengan nilai yang besar untuk kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sekda.

H. L. Alwan Basri menambahkan, peringatan hari besar Islam perlu terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari pembinaan spiritual aparatur. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam menghadirkan keberkahan bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Mataram.

“Kegiatan perayaan keagamaan seperti ini harus tetap kita laksanakan agar kita mendapatkan keberkahan, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik untuk menjadikan Kota Mataram semakin bersinar dan semakin harum,” imbuhnya.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh TGH Muammar Nasrullah, yang mengupas makna mendalam dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

 

Dalam tausiahnya, TGH Muammar Nasrullah menjelaskan bahwa Asbabul Wurud terjadinya Isra Mi’raj bermula ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam masa duka yang mendalam setelah wafatnya istri tercinta, Siti Khadijah. Dalam kondisi tersebut, Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, tempat Rasulullah SAW menerima perintah ibadah shalat.

“Isra Mi’raj disebut oleh para ulama sebagai peristiwa lintas ruang, batas, dan waktu, yang hanya dapat dipahami melalui keimanan, bukan dengan logika semata,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, TGH Muammar Nasrullah menekankan bahwa setiap umat Islam sejatinya dapat merasakan makna Isra Mi’raj melalui pelaksanaan shalat.

 

“Isra Mi’raj terindah bagi kita adalah ketika berada di antara satu sujud ke sujud berikutnya, yaitu melalui shalat yang khusyuk,” katanya.

Menurutnya, shalat yang khusyuk dapat dicapai dengan melaksanakan shalat di awal waktu, dilakukan dengan rasa bahagia, tulus, ikhlas, serta disertai perenungan terhadap setiap ayat yang dibaca.

 

“Dengan shalat yang khusyuk itulah, secara spiritual kita bisa sampai ke Sidratul Muntaha,” pungkasnya. (TK-Diskominfo)

avatar
Penulis
admin
Diterbitkan 18 jam yang lalu