Tak Ada Lagi “Kita” dan “Mereka”, Cerita Persatuan dari Warga Dompu di Kota Mataram

Tak Ada Lagi “Kita” dan “Mereka”, Cerita Persatuan dari Warga Dompu di Kota Mataram

19 Apr 2026 3 menit baca Diupdate 19 Apr 2026 admin admin

Tak Ada Lagi “Kita” dan “Mereka”, Cerita Persatuan dari Warga Dompu di Kota Mataram

 

Mataram — Siang itu, suasana Mandalika Ballroom, Hotel Lombok Astoria, terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan sekadar pertemuan seremonial, Halal Bihalal Rukun Keluarga Dompu (RKD) 1447 H/2026, yang berlangsung pada Minggu (19/04), menjelma menjadi ruang temu penuh rasa—tempat rindu, cerita, dan identitas melebur menjadi satu: kebersamaan.

Di tengah riuh tawa dan sapaan akrab sesama perantau, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan pesan yang sederhana, namun menyentuh inti kehidupan kota yang majemuk: tak ada lagi “kita” dan “mereka”.

 

“Ketika kita memilih tinggal dan hidup di Kota Mataram, tidak lagi ada in-group dan out-group. Tidak ada ‘kita’ dan ‘mereka. Kita semua adalah satu,” ucapnya, tenang, namun tegas,dan disambut gemuruh tepuk tangan.

Pesan itu bukan sekadar retorika. Ia lahir dari realitas sehari-hari—tentang guru-guru yang mengajar tanpa memandang asal, tokoh agama yang menyejukkan umat lintas latar belakang, hingga masyarakat yang bekerja dan berjuang bersama membangun kota. Di antara mereka, warga Dompu mengambil peran penting, diam-diam namun nyata.

 

Bagi banyak orang Dompu di Mataram, merantau bukan hanya soal mencari penghidupan. Ini tentang menemukan rumah kedua. Tentang bagaimana identitas tetap dijaga, tanpa harus membangun jarak dengan yang lain. 

“Identitas kelompok tetap penting sebagai bagian dari jati diri, namun dalam konteks kehidupan bermasyarakat di Kota Mataram, seluruh warga harus mengedepankan persatuan, Di sinilah Kota Mataram menemukan kekuatannya.” tegasnya kembali.

 

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh warga, termasuk keluarga besar Dompu, untuk turut bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat Kota Mataram. Menurutnya, tantangan ke depan masih cukup kompleks, mulai dari pembangunan ekonomi, kesejahteraan sosial, hingga keberlanjutan lingkungan. 

“Kota ini tumbuh bukan karena satu kelompok, tapi karena semua yang mau peduli dan ikut menjaga. Kita tidak hanya bicara soal pertumbuhan ekonomi atau kesejahteraan sosial, tetapi kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menentukan arah kebijakan Pembangunan. Perjalanan kita masih panjang, apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan untuk anak-anak kita ke depan. Karena itu, tanggung jawab kita adalah memastikan masa depan kota ini tetap terjaga dengan baik”urainya dengan panjang lebar, dan terus mengingatkan, bahwa keberagaman bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, melainkan dirawat—sebagai fondasi untuk melangkah lebih jauh.

 

Di sudut lain ruangan, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengangkat satu nilai yang hidup dalam masyarakat Dompu:MECI’ANI. Sebuah kata yang sederhana, namun sarat makna—tentang kebersamaan, solidaritas, dan saling menguatkan.

Nilai itu terasa nyata hari itu. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada jarak status. Semua duduk setara, saling menyapa, saling mengingatkan bahwa mereka berasal dari akar yang sama—dan kini bertumbuh di tanah yang sama pula.

 

“Semoga kebersamaan ini terus terjaga, terpelihara, dan menjadi warisan yang akan sangat kita banggakan bersama,” ujarnya.

 

Di tengah tantangan kota yang semakin kompleks—dari ekonomi hingga lingkungan—pesan tentang persatuan menjadi semakin relevan. Sebab pada akhirnya, kota bukan hanya soal infrastruktur atau angka pertumbuhan. Kota adalah tentang manusia—tentang bagaimana mereka hidup, saling menjaga, dan berbagi masa depan.

Mataram, dalam cerita kecil di ruang ballroom itu, menunjukkan wajahnya yang sesungguhnya: kota yang tidak bertanya “kamu dari mana?”, tetapi “apa yang bisa kita lakukan bersama?”

 

Dan mungkin, di situlah harapan itu tumbuh.

Bahwa di tengah perbedaan, selalu ada ruang untuk merasa menjadi satu. Bahwa masa depan kota ini tidak dibangun oleh “kita” atau “mereka”, melainkan oleh “kita semua”.**(TK-DISKOMINFO)

avatar
Penulis
admin
Diterbitkan 1 hari yang lalu