
Kota Mataram Kian Ramah Investasi, Prime Plaza Hotel Mataram Hadir Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Mataram - Prime Plaza Hotel Mataram resmi dibuka melalui Grand Opening yang digelar pada Kamis,(08/05). Kehadiran hotel terbaru dari jaringan Prime Plaza Hotels & Resorts ini menjadi penanda ekspansi properti ke-13 di Indonesia sekaligus memperkuat optimisme terhadap iklim investasi di Kota Mataram yang semakin kompetitif dan terbuka bagi dunia usaha.

Grand opening tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota H. Mohan Roliskana, Ketua DPRD Kota Mataram H. Abdul Malik, jajaran pejabat daerah, stakeholder pariwisata, pelaku usaha, serta mitra industri hospitality.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mataram menegaskan bahwa hadirnya Prime Plaza Hotel Mataram bukan sekadar pembangunan hotel baru, tetapi menjadi refleksi kepercayaan investor terhadap Kota Mataram sebagai daerah yang ramah investasi dan memiliki prospek pertumbuhan yang kuat.

“Kehadiran hotel ini merefleksikan bahwa Kota Mataram menjadi tempat yang cukup bersahabat bagi siapa pun yang ingin berinvestasi. Kota ini terbuka dan memberikan ruang sebagai wilayah investasi yang prospektif,” ujar Mohan Roliskana.
Menurutnya, pembangunan hotel yang dapat terealisasi dalam kurun waktu kurang dari dua tahun menjadi bukti bahwa ekosistem investasi di Kota Mataram berjalan positif melalui dukungan pemerintah dan kolaborasi bersama sektor swasta.

Wali Kota juga menekankan bahwa kehadiran hotel harus menghadirkan nilai tambah dan efek berantai bagi masyarakat luas, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan sektor ekonomi lokal.
“Kami berharap hotel ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur publik yang representatif dan berkualitas, tetapi juga memiliki value dan multiplier effect. Mulai dari rekrutmen tenaga kerja, UMKM yang bergerak, hingga daya saing daerah yang semakin kompetitif,” lanjutnya.

Ia menambahkan, dalam perspektif kebijakan pembangunan daerah, Kota Mataram telah ditetapkan sebagai pusat kegiatan nasional dan kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Karena itu, kehadiran infrastruktur hospitality berkualitas dinilai akan semakin memperkuat posisi strategis Kota Mataram sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan jasa di Pulau Lombok.
“Pemerintah bekerja bukan hanya berdasarkan kemampuan sendiri, tetapi juga melalui kolaborasi dengan sektor swasta yang memberikan sentuhan terhadap pertumbuhan kota. Kota ini tumbuh bersama-sama,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Director of Sales and Marketing Prime Plaza Hotels & Resorts, Heriyanto Widjaja menyampaikan bahwa peran hotel saat ini telah berkembang menjadi ruang kolaborasi, tempat bertemunya ide bisnis, serta bagian dari ekosistem pertumbuhan kota.
“Kami ingin menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan kota. Hotel ini dirancang memberikan efek berantai, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga mendorong pertumbuhan UMKM di sektor kuliner dan kerajinan khas Lombok,” papar Heriyanto.

Prime Plaza Hotel Mataram dirancang tidak hanya sebagai fasilitas hospitality modern, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang terintegrasi dengan dinamika perkotaan. Kehadirannya diharapkan mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, memperkuat sektor UMKM, serta meningkatkan aktivitas pariwisata dan bisnis di Kota Mataram.
Mengusung standar internasional dengan sentuhan kearifan lokal, hotel ini menghadirkan pengalaman menginap yang memadukan kenyamanan modern dengan identitas khas Lombok. Mulai dari desain interior, pelayanan, hingga atmosfer hotel dirancang menghadirkan nuansa lokal yang autentik.

Salah satu daya tarik utama hotel ini adalah panorama yang ditawarkan kepada para tamu. Dari kamar hotel, pengunjung dapat menikmati hamparan sawah hijau yang menenangkan maupun pemandangan megah Gunung Rinjani yang menjadi ikon Pulau Lombok.

Melalui investasi ini, Prime Plaza Hotels & Resorts menegaskan komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama daerah dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat. Keberhasilan sebuah hotel, menurut manajemen, tidak hanya diukur dari tingkat hunian, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.**(TK-DISKOMINFO)