Dari Keluarga untuk Kota: Refleksi TP PKK Mataram 2025, Ketahanan Pangan hingga Kepedulian Sosial
Mataram — Tim Penggerak PKK Kota Mataram menggelar Refleksi TP PKK Kota Mataram Tahun 2025 di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Senin (29/1/2025). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kemanusiaan senilai Rp106 juta kepada Pemerintah Kota Mataram untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Refleksi ini menjadi potret perjalanan TP PKK Kota Mataram sepanjang tahun 2025 sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan berbasis keluarga, penguatan ketahanan sosial, serta stabilitas ekonomi masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Mataram, Sekretaris Daerah Kota Mataram H. L. Alwan Basri, para Asisten, Kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Mataram, serta jajaran TP PKK hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi fase konsolidasi penting bagi PKK, baik dari sisi kelembagaan, penguatan kader, maupun perluasan dampak program di tengah masyarakat.
“PKK bekerja dari bawah, dari keluarga dan lingkungan. Sepanjang 2025, kami memastikan program PKK tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi hadir dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan PKK terletak pada konsistensi kader dalam mendampingi warga, termasuk dalam situasi darurat dan perubahan sosial yang cepat.

“Kader PKK adalah wajah kehadiran negara di tingkat keluarga. Mereka mendengar, bergerak, dan memastikan program benar-benar berjalan,” tegasnya.
Salah satu capaian menonjol adalah Gerakan Tanam Cabai, yang digerakkan melalui kelompok wanita tani, lingkungan, sekolah, dan masyarakat. Pada panen yang dilaksanakan September 2025, produksi cabai mencapai sekitar 15 ton, sekaligus berkontribusi pada pengendalian inflasi daerah dan mengantarkan Kota Mataram meraih TPID Awards Tahun 2025.
Selain ketahanan pangan, TP PKK Kota Mataram sepanjang 2025 juga aktif dalam penanganan stunting melalui pendampingan keluarga dan penguatan posyandu. Upaya ini berkontribusi pada penurunan angka stunting dari 7,09 persen pada Maret 2025 menjadi 5,8 persen pada Oktober 2025, dengan dukungan 2.424 kader dan 365 posyandu.

Di bidang pendidikan dan pengasuhan, PKK melaksanakan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) di enam kecamatan dengan melibatkan ratusan remaja lintas agama, serta penguatan pendidikan usia dini melalui Gebyar PAUD, sosialisasi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, dan penguatan peran Bunda PAUD di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.
Pemberdayaan ekonomi keluarga juga diperkuat melalui Gelari Pelangi, penguatan UP2K, serta keterlibatan aktif PKK dalam bazar UMKM pada berbagai event daerah dan provinsi.
Dalam situasi kebencanaan, TP PKK Kota Mataram menunjukkan respon cepat. Saat banjir melanda Kota Mataram pada Juli 2025, PKK membuka posko bantuan selama tiga pekan dan melaksanakan trauma healing bagi anak-anak di sejumlah lokasi terdampak. Kepedulian ini dilanjutkan melalui penggalangan dan penyerahan bantuan kemanusiaan senilai Rp106 juta bagi masyarakat terdampak bencana alam di Pulau Sumatra.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran TP PKK menjadi semakin penting di tengah dinamika global dan kondisi politik nasional yang terus berubah.

“Kita sedang berada dalam situasi global yang tidak mudah, ditambah dinamika politik nasional yang juga memengaruhi arah kebijakan. Dalam kondisi seperti ini, program-program yang menyentuh langsung masyarakat justru harus dijaga keberlanjutannya,” ujarnya.
Menurut Wali Kota, gerakan-gerakan PKK yang berangkat dari keluarga dan lingkungan memiliki daya tahan yang kuat menghadapi berbagai perubahan.
“Program PKK tidak boleh berhenti di satu periode atau satu kegiatan. Apa yang sudah berjalan dan terbukti bermanfaat harus terus dilanjutkan, dijaga konsistensinya, dan diperkuat. Karena dari hal-hal kecil inilah ketahanan daerah dibangun,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Kota Mataram dalam pengendalian inflasi dan penguatan sosial tidak dapat dilepaskan dari kontribusi PKK yang bekerja senyap namun nyata di lapangan.
Melalui refleksi ini, TP PKK Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama pemerintah dan masyarakat, menjaga semangat gotong royong, serta memastikan setiap program berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kehidupan warga Kota Mataram. (TK-Diskominfo)
